Breaking News

Redenominasi Rupiah

Rencana redenominasi Rupiah dikeluar oleh Bank Indonesia (BI) pada hari Senin (2/8/2010) malam. Rencana redenominasi Rupiah ini menimbulkan pertanyaan, pro-kontra seputar tentang hal itu. BI menilai sudah saatnya melakukan redenominasi rupiah demi menghindari kerugian di masa depan akibat nilai transaksi yang semakin besar, melampaui sistem penghitungan. Bank sentral beralasan, uang pecahan terbesar Indonesia, Rp100.000, merupakan yang terbesar kedua di dunia, setelah Vietnam dengan pecahan terbesar 500.000 dong.

BI menilai sudah saatnya melakukan redenominasi rupiah demi menghindari kerugian di masa depan akibat nilai transaksi yang semakin besar, melampaui sistem penghitungan. Bank sentral beralasan, uang pecahan terbesar Indonesia, Rp100.000, merupakan yang terbesar kedua di dunia, setelah Vietnam dengan pecahan terbesar 500.000 dong.

Bila memperhitungkan Zimbabwe, yang pernah mencetak pecahan 100 miliar dolar, pecahan Rp100.000 menempati urutan ketiga terbesar.Redenominasi adalah menyederhanakan denominasi (pecahan) mata uang menjadi pecahan lebih sedikit dengan cara mengurangi digit (angka nol) tanpa mengurangi nilai mata uang tersebut. Semisal terjadi redenominasi tiga digit (3 angka 0), maka Rp1.000 menjadi Rp1. Nantinya pecahan mata Rp1 yang baru setara dengan denominasi Rp1.000 yang lama.

Sebagai contoh,bila harga premium dengan pecahan lama dibeli seharga Rp4.500 per liter, dengan pecahan baru cukup dibeli dengan uang Rp4,5.BI mengklaim redenominasi akan mendorong efisiensi dalam pencatatan pembukuan maupun dalam transaksi sehari-hari.

Sebagai tambahan informasi, Indonesia pernah melakukan redenominasi pada tahun 1966 sebanyak 3 nol,yaitu dari Rp1.000 menjadi Rp1. “Namun kondisi saat itu sedang inflasi tinggi, sehingga gagal,” ungkap Budi. Pada 1966 itu juga BI melakukan sanering, yakni pemotongan uang dalam kondisi perekonomian yang tidak sehat.“Sehingga Indonesia pernah melakukan satu kali sanering dan satu kali redenominasi. Saat ini kita sedang mengusulkan wacana redenominasi lagi karena inflasi sudah terkendali,” tambahnya.

Ada kabar juga (dari televisi) bahwa nanti dalam masa transisi redenominasi Rupiah ini akan ada 2 mata uang, Rupiah lama dan Rupiah baru. Repot, karena misalnya di Supermarket pakai sistem Barcode tidak terlalu rumit, tinggal buat 2 barcode, mau bayar pakai Rupiah lama atau Rupiah baru, tinggal scan. Tapi kalau di warung-warung kecil pastinya malah jadi ribet ya. “Mau bayar pakai uang Rupiah lama atau baru?” Kembaliannya uang lama atau baru, aduh (doh).

Ya kita nantikan saja redenominasi Rupiah ini yang rencana akan total berlaku pada tahun 2022.
Designed By VungTauZ.Com